Jumat, 11 Oktober 2019

5th wedding anniversary

Dear bee...
9 tahun yang lalu... aku ingat.. kamu pernah menawarkan bantuan untukku, tapi aku tolak bantuanmu itu dengan alasan sinis dalam hatiku "siapa ya orang ini? Aku ga kenal"



Beberapa bulan setelah kejadian penolakan itu, aku jadi lebih sering liat kamu lewat temanku.
Belakangan baru ku tau kalau dia dulu jg naksir kamu .



Setelah aku sadar bahwa kamu orang yang baik, aku pernah berdoa di dalam hati agar kelak aku punya suami sepertimu (mimpiku tak banyak, cuma pingin punya suami dengan karakter sepertimu)


Tapi aku jadi curiga, mungkin ada temanmu yg tak sengaja mendengar do'a dalam hatiku, sebab setelah itu ada 1 orang temanmu & 1 orang temanku yang tiba-tiba jadi ambisius pengen kita berdua kenalan, ketemuan, maksa-maksa makan siang bareng, terus kalau departemen kalian ada event tiba2 aja aku diculik dibawa ke sana. wkwk




9 tahun dari kejadian dulu itu...

Iya sekarang...aku mau bilang...


Terima kasih untuk menyambutku dengan baik walaupun dulu pernah aku jutekin, terima kasih untuk sering lewat di depan meja kerjaku, untuk pernah ngajakin aku trial sepeda tandem di pabrik sepeda dulu.
Terima kasih sudah berhasil mengambil hatiku, dari tahun awal perkenalan sudah cukup membuatku yakin bahwa kamu orang yang menurutku tepat untuk mengimamiku.

Terima kasih telah menikahiku 5 tahun yang lalu, terima kasih selalu menjadi suami siaga untukku, menjadi ayah asi yang hebat untuk anak-anakku, menjadi tulang punggung yang tak pernah lelah untukku dan anak-anakmu.

Happy 5th wedding anniversary


#relationshipgoals
#weddinganniversary

Jumat, 04 Oktober 2019

Kandang kuda di Laboratorium Lapangan Fakultas Peternakan IPB


Hai Halo, Sabtu lalu (29/09/2019) kami sekeluarga seperti weekend-weekend biasanya,  kami mencari lokasi yang bisa digunakan untuk berjemur, olahraga, sekaligus main sama 2G. Nah 2 pekan yg lalu kan kami sudah pernah jogging & sunbath di lapangan depan gedung rektorat IPB / gedung Andi Hakim Nasution, tapppi pas pulang dari sana eh ada temen yang lulusan IPB bilang
"Mba, 2G kenapa ga diajak ke Fakultas Peternakan IPB aja. Di sana bisa liat kambing, sapi, kuda, beli susu segar. Itu dibuka untuk umum loh"
Ooooyaaaaa,, mamak Gaza jadi penasaran dong kek gimana tempatnya. Yaaaa walaupun Gaza sempat protes dia ga mau olahraga di IPB lagi, kejauhan katanya.. wkwk
 
Nah Akhirnya weekend kemarin harus ngeluarin jurus maut dong buat ngebujuk Gaza. Karena mamak penasaran banget pengen liat Fapetnya.. hihi
Alhamdulillah begitu dikasih tau kalau kita mau liat kambing, sapi, dan kuda, Gaza langsung mau diboyong ke sana.. Yeeeeeeaaaay

Sesampai di sana, kami berjemur sebentar di tempat biasa, yaitu lapangan dekat gedung rektorat IPB. Sekalian nemenin appa 2G jogging di sana. Udah capek olahraga, capek main bola, udah jajan2 eskrim, naik-naik pohon, gegulingan di rumput, dan berteduh di bawah pohon barulah kita pergi menuju tempat peternakan yang dimaksud.



Sumpah ini tu super nekat aja, karena kami berdua ga ada yang tau dimana lokasi persisnya. Hahaha. Bermodalkan kalimat, "kita cari aja dimana Fakultas Peternakannya, palingan ga jauh dari sana kandangnya." Kebetulan pula teman mamak Gaza cuma ngasih petunjuk super singkat yaitu dari gedung rektorat ambil kiri, jalan terus sampai ketemu perumahan dosen.
Lah,, ini lebih-lebih ga tau lagi dimana perumahan dosennya. ahahaha

Setelah menyusuri jalanan IPB, sebelum gedung Fakultas Peternakan dan di sebelah kiri jalan, ada sebuah gerbang dengan tulisan "Laboratorium Lapangan Fakultas Peternakan", kami masuk terus ke sana tapi blank ga nemu tempat yang dimaksud. Akhirnya muter-muter sebentar, terus nanyalah ke mas-mas yang lagi ngambil rumput di sekitaran sana. 

Dan Yalord ternyata tempatnya itu udah kami lewatin, cuma ga engeuh aja karena plangnya tu kecil jd ga fokus ke sana. Hahaha. Nah petunjuknya begini ya, dari posisi gerbang yang tulisan Laboratorium Lapangan itu nanti lurus aja, sampe akhirnya di sebelah kanan jalan ada plang kecil bertuliskan URR, kalian belok kanan & jalanannya emang agak menanjak gitu. Udah deh, itu udah masuk ke gerbang tempat kuda-kuda dipelihara.

Sesampainya di sana, ada petugas & mahasiswa yang lagi mandiin kuda, kurang lebih ada sekitar 5 kuda besar yang dimandikan. Akhirnya kami tanyalah ke mas mahasiswa yang lagi bertugas di sana. Katanya kalau kuda yang boleh dinaikin itu kuda kecil, bukan kuda yg tinggi ini. Tapi sayangnya kuda kecilnya lagi ga enak badan. Beberapa hari lalu kudanya dikeluarkan dan ada banyak anak-anak yg mau naik kuda sampai akhirnya kudanya kecapekan. Jd untuk sementara kudanya harus istirahat dulu.. 

Uuuh udah jauh-jauh ternyata ga bisa naik kuda,, kecewa duuunk.. Tp gpp ya, kan kasian juga  kalau kudanya dipaksa buat keliling-keliling sambil ditunggangi pula.. Ahaha

Terusnya lagi mamak kepo dong soal tarif naik kudanya. Kata masnya sekitar 25.000 untuk 4 keliling lapangan yang ada di sana (tapi nampaknya ini bukan harga yg pasti ya, karena saya ga liat aturan tarifnya, jadi ya mungkin disesuaikan dengan kondisi di sana dan siapa pula yang pas lagi bertugas di sana). Dan katanya lagi, kalau mau ke sini, bawa wortel aja, kuda2nya senang makan wortel (yaampun ku baru tau loh kalau kuda tu suka makan wortel.. wkwk)

Karena ga bisa naik kuda, akhirnya kami minta izin aja buat nengokin kuda di dekat kandangnya. Dan ternyata di dekat kandang kudanya ada juga kandang sapi. Mayaaaanlah anak-anak bisa liat kuda dan sapi, terus ngasih makan sapi pake rumput. Anak-anak ya begitu aja udah seneng banget loh.. hehe

Selasa, 01 Oktober 2019

MOMENT TO REMEMBER - September 2019

1. Untuk mamak2 super males kayak aku, bisa baca 3 buah buku sampai habis dalam sebulan tu udah prestasi banget ahahaha (Buku apa aja? Make It Happen (Prita Ghozie), #Montalk (Andhika Diskartes), dan Uncensored (Citra Ayu Mustika) --> next kapan2 aku review ya bukunya - semoga ga males)

2. Berhasil namatin 3 film yg jd ditonton karena ada yg merekomendasikan di IG (tp lupa siapa y yg waktu itu rekomendasiin) --> (Saving Mr Banks, Happy Anniversary, & Avenger Endgame - telat kali ya baru nonton Endgame hari gini ahaha)

3. Alhamdulillah masih konsisten dg jadwal sunbath + olahraga (nemenin suami olahraga) + nemenin anak2 main (Playground Greenland, Lap Sempur, Lap rektorat IPB)

4. Periode haid bulan September ini alhamdulillah berhasil say bye bye 100% sama pembalut disposible

5. Gaza mulai ngaji di TPA, les robotic, & Gaza menang lomba kuis di Bobo Junior.. Anaknya semangat, Alhamdulillah.

6. 2G udah punya KIA doooong (somvvoong)

7.  Berhasil mengalahkan keinginan untuk beli sepatu baru untuk kondangan, jadi satu2nya heels yang aku punya ku pensiunkan karena udah ga kuat pake sendal dg heels, tadinya niat pengen beli sendal baru kan. Etapi ada temen yang bilang, "mba, pakai sneaker aja. Seriusan kondangan pake sneaker kan lagi hits" Ahahaha.. Dan setelah dicobain ternyata enak uga, nyaman dipake dan aman di kantong.. wkwk

8. Ditengah kesibukan yg luar biasa, tetap bisa pacaran tipis2 sama mas Rama (walaupun cuma 1 jam tanpa anak2 (Gerimis Coffee Shop, Shako Ngopi, & D'Colonel Coffee) --> ga merekomendasikan tempat ya, karena kita bukan nyari tempat yg makanannya enak2, tp kita nyari tempat yg ga rame karena butuh suasana sepi buat ngobrol dari hati ke hati tanpa ada distraksi #eaaah)

9. Alhamdulillah akhirnya bisa sholat di Masjid ala timur tengah (Masjid As Sofia - lampu merah Tentara Pelajar), konon kata teman2 yang udah pernah umroh, feelnya tu mirip2 pas sholat di Madinah. (Sekarang kita sholat di sini dulu ya bee, mudah2an soon bisa sholat di Madinahnya beneran, Aamiin)

10. Alhamdulillah aksi mahasiswa/i kmrn bikin aku sedikit2 bisa move on dari cerita KKN DI DESA PENARI (laaah apa hubungannya markonah?)  Iya akutu anaknya cemen kali, paling takut sama apapun yg berbau horror, dan ga pernah mau tau ttg horror, tp kehits-an cerita KKN tu sukses bikin aku penasaran. Baca ceritanya di akhir Agustus dan selama sebulan ini pula aku celingak celinguk setiap mandi (takut ada rambut di bak mandi, takut ada suara gamelan, takut ada sesuatu di pojokan yg lagi merhatiin.. ahahaha), Setiap pagi pula aku takut sendirian di dapur & suami yg selalu jd korban, setiap pagi dia nemenin aku di sofa & aku masak di dapur . Tappppiiii  itu sebelum ada demo ya guys,, setelah heboh demo dari adek2 mahasiswa perlahan aku bisa move on. Karena apa? karena ada yg lebih horror dari sekedar cerita KKN, yaitu kekacauan yg lagi terjadi di negara kita ini.. Huhuhu

11. Masih ada hubungannya dg cerita KKN, cerita KKN ini juga bikin aku takut sama beberapa daerah Jawa, padahal aku punya 2 (tempat) wishlist tanah yg mau dikunjungi di sana, dan itu nyaris aku coret saking parnonya. ahahaha..(Yawla maafin ya pembaca, aku tu memang setakut itu) Tapiiiii,, IGS story dari mas aakar sedikit merubah pandangan aku tentang tanah Banyuwangi. Mas Aakar ini terlahir di Banyuwangi dan dia tau banyak ttg wisata di Banyuwangi yg super2 indah, sampe bule2 aja pengennya ke Banyuwangi. (yaa walaupun tetap ada unsur2 magisnya juga - gpp seenggaknya ketakutanku mulai agak berkurang)

12. Terus lagi aku happy berkat kehadiran mas2 BEM yg lg hits itu.. ahahaha (maafkan ya appa Gaza, kali ini aku ikut terseret ke dalam arus Ketua BEM, ahahahaha) Seenggaknya ada hal yg patut disyukuri yaitu ciwi2 Indonesia mulai mengidolakan orang2 Indonesia juga.. ahahha (Byeeeee oppa oppaaa)

13. September kemarin mulai ngaktifin blog lagi, setelah terakhir nulis di blog tahun 2017. Cuma cerita2 receh aku aja sih, buat dijadikan dokumentasi pribadi. urlnya ganti ya guys, sekarang bisa cek di noveliterasi.blogspot.com

14. Terakhir, pelajaran buat aku yg mengabaikan sinyal "ga bener" yg udah dikirim oleh tubuh. Hasil dr sok2 kuat ini adalah kaki aku jadi sakit sebulanan ini. Sampe nekat ke orthopedi tp hasilnya zonk. Dokter bilang ini cuma peradanagan dan bisa sembuh kalau rajin dikompres pakai air dingin. Dan kenapa pula satu minggu setelahnya aku keseleo (lagi), naaah setelah diurut barulah ketauan kalau ternyata kaki aku sebelumnya udah keseleo tp aku ga notice..Akhirnya 2x diurut (yg rasanya super2 sakit) dan sekarang jadinya harus mengurangi aktifitas (jalan kaki ga boleh lama2 dan 2 pekan ini stop olahraga)


Sebenarnya ada banyak hal dan detail2 kecil yang harus kita syukuri di setiap harinya, tapi di sini aku cuma nyoba untuk merangkum hal2 besar yang bikin aku happy sebulanan kemarin. Kalau kamu, apa aja hal2 yang bikin kamu happy sebulanan kemarin? πŸ˜€

Selasa, 24 September 2019

Couple Time di Shako Ngopi, Bharata Pura, Cimanggu

Nah, Jum'at 20 Sept kemarin entah couple time ke berapa yang kami lakukan. Pilihannya selalu antara mau makan atau mau minum. Tentu saja kali ini aku pilih mau minum, karena Jumat lalu pas kami pilih mau makan, malah kami ga fokus ke satu sama lain, fokusnya ke makanan (ah dasar kami berdua sama, sama-sama gembul)🀭

Pilihan tempat kali ini jatuh ke Shako Ngopi yang berlokasi di Perumahan Bharata Pura (belakang perumahan Cimanggu Permai) Bogor (yaampun ini tu deket banget sama rumah,, wkwk)

Ga begitu terlihat seperti cafe atau resto, soalnya kedainya ada di dalam rumah. Sebenarnya udah lama banget liat ada plang Japanese food di depan rumah ini, tp aku selalu ragu buat mampir. Etapi beberapa week belakangan malah ada tambahan tulisan kopinya, koq jadi penasaran ya terus kepengen mampirπŸ™ˆπŸ™ˆ

Saat baru parkir, kami langsung disambut oleh seorang bapak, dari perawakannya terlihat seumuran sama bapak mertuaku. Sepertinya beliau ownernya, beliau menyambut kami dengan ramahnya, membukakan pintu, sekaligus menawarkan pilihan meja & menu yang masih tersedia.

Menu di shako ngopi ini ada beberapa pilihan olahan kopi, makanan ringan, & makanan berat yaitu makanan Jepang. Aku lupa apa aja menunya karena udah terlalu fokus nyari yg pas buat aku aja. Wkwk

Pertama kali yang kami lakukan sebelum memesan makanan atau minuman adalah memastikan bahan yg mereka gunakan. Pertanyaanku cuma satu, "Pak, untuk minuman di sini, adakah yg terbuat dari alkohol atau rhum?" (Pertanyaannya fokus ke minuman) dan jawaban si bapak "oh ga ada, di sini halal semua, japanese food nya juga ga pake bahan-bahan yang ga halal."

Oke bhaique, seenggaknya aku lebih tenang karena si bapak udah menjamin kehalalan makanan dan minuman yg akan kami konsumsi

Awalnya aku pesen vanilla latte, choco & cheese toast bread alias roti bakar coklat keju dan suami pesen es kopi kelapa & french fries (agak ga nyambung yaah, minum es kopi koq makannya french fries, etapi suka2 appa Gaza lah)

Ini dia penampakannya:

Roti bakarnya uenak rasanya walaupun kejunya kurang banyak, tp teteup aku mah suka, next kalau ke sini lagi aku mau pesan ini lagi. Harga 12k udah bikin kenyang ya.



 
Nah ini french friesnya, 1 porsi seharga 10k, rasanya standar french fries ya, gurih-gurih enak gitu, tapi aku makin suka karena ada taburan oreganonya.

 

Es kopi kelapanya seharga 15k, pertama kali nyobain minum es kopi kelapa. Rasanya seger bangeeeet, enaaak, tp kurang pas minumnya di sore hari, harusnya pas siang yang panasnya cetar gitu kan.. pasti makin segeeeer.
Vanilla lattenya ga ada,huhuhu. Jadi ku ganti aja ke Caffee Mocha (18k). Tapi aku ga ngerti ini enak apa ga. Kata aku rasanya pait..(wkwk)
 (sejauh mamak Gaza nyoba-nyoba minum kopi, yang masih jadi kopi favorit tetaplah kopi buatan mas Rama, yg dibayarnya ga pake uangπŸ˜‚ tapi pake cwinta...)


Kesan yg melekat di aku dari Shako Ngopi ini adalah tempatnya homey, jd ga berasa kayak lg ngafe, tp emang kayak lg di rumah aja, musik yg diputar juga musik jaman aku muda dulu (sekarang juga masih muda kan, hehe) spt : Titi DJ, Glenn Fredly. Udah gitu pelayanannya luar biasa ramahnya. Aku tebak ini yg melayani kami semuanya adalah 1 keluarga, terlihat banget kompak dan supelnya. Plus semua yg aku pesan rasanya enaaak kecuali kopi ya (kopinya bukan ndak enak, tp dasar akunya aja yg ga ngerti aja enaknya yang kayak gimana)

Kekurangannya lokasinya ya, berhubung ini di dalam rumah jadi kurang terekspos ya, terus kemarin pas kami ke sana lagi banyak anak-anak SMA yang juga nongkrong di sana, jadi agak berisik, apalagi mereka jumlahnya banyak. Sama tempat parkirnya juga kurang luas (ya maklum lah namanya jg di rumah, lahan parkirnya juga ga bisa gede2 kan)

Sekian review tempat couple time ala kami, mayan ya jadi nemu tempat nongkrong enak deket rumah, tinggal ngesot dikit udah nyampe ke lokasinya.. hehe
Dan ini oleh-oleh foto kami berdua di sana..hehe


COUPLE TIME

Sejak sekitar 2 bulan yang lalu, ketika mengikuti kuliah online di Bengkel Diri, ada salah satu materi komunikasi suami istri yang terlihat sepele tapi bisa berdampak besar terhadap kelanggengan hubungan pernikahan.

Namanya couple time, couple time adalah waktu dimana kita (suami-istri) bisa bercengkrama secara utuh bersama pasangan, bisa saling menunjukkan rasa cinta, saling mengapresiasi, saling memuji, saling minta dikoreksi, saling nasihat-menasihati agar kita (suami-istri) tidak perlu menumpuk emosi.

Aku serasa disentil banget pas baca materi ini. Kenapa? Karena jujur semenjak Gaza lahir bisa dikatakan aku hampir ga punya waktu berdua (kayak ini) bersama suami. Selalu yang jadi fokus utama adalah anak-anak lagi, anak-anak lagi. Jd kami bisa dibilang jarang pacaran kayak a lover gitu ya (disebut a lover karena waktunya memang buat ngobrol dari hati ke hati, bukan untuk ngobrolin anak2, tapi untuk memelihara hubungan kami berdua sebagai sepasang kekasih.)

Sedih? iya dong, kemana aja aku selama ini..Aku cukup merasa bersalah sama pernikahan kami yang kurang terpelihara, tp ga guna lah ya kalau cuma sedih2an doang,, ini tu harus dicariin solusi ye kan.

Akhirnya aku obrolin lah hal ini ke suami, dan finally kami sepakat untuk mengagendakan Jum'at petang (sepulang kerja) untuk pergi berdua. Yes benar2 berdua. Ga lama koq, hanya sekitar 1-2 jam. Kami belum berani meninggalkan anak2 lebih dr 2 jam karena masih ga enakan ya nitipinnya lama2 sama orang tua😭😭,, (jadi keinginan untuk nonton di bioskop berdua sama bee masih harus ditunda dulu ya.)

Terus ngapain aja? biasanya sih ke tempat makan atau minum. Walaupun niatnya pacaran tapi tetap harus sesuai aturan rumah tangga kami ya. No fancy2 dinner karena ini rutin dilakukan di setiap pekan, kami tetap harus menyesuaikan dengan keadaan kantong.. ehehe... Kami bukan mengincar makanan yang enak, wah, apalagi instagrammable ya karena biasanya kalau yg kriterianya macam ini pasti tempatnya ruameee.. Sedangkan kami kan butuhnya tempat yang nyaman, dimana kami bisa merasa nyaman untuk ngobrol berdua. Pilihan menu urusan belakangan ya, selama tempat makan atau minum tersebut menjual makanan dan minuman yang halal, its ok.

Sebenarnya couple time ini ga harus dilakukan di luar rumah koq, bisa aja dilakukan di dalam rumah. Misalnya sekedar ngopi atau ngeteh berdua atau nonton film kesukaan berdua, atau masak berdua... Tapi buat kami ini masih agak mustahil ya. Secara 1 balita & 1 batita itu sudah cukup menguras perhatian kami berdua,,


Nah sekian pembukaan tentang couple time ala kami berdua, next aku bakal share tempat2 yang kami datangi ketika kami doing a couple time.

Sabtu, 14 September 2019

Mengurus KIA untuk 2G



Jadi sebagai pengacara (perempuan banyak acara) yg kebetulan Kamis lalu ga bisa masuk kerja, saya sangat memanfaatkan waktu tsb untuk urus beberapa hal yang kadang susah/ga bisa diurus di weekend.

Salah satunya mengurus pembuatan KIA untuk 2G.

Apa itu KIA? Bukan merk mobil ya bueboo, KIA adalah singkatan dari Kartu Identitas Anak, sejenis KTP gitu tapi diperuntukkan untuk anak2 dengan usia di bawah 17 tahun.
Jadi KIA ini kan program pemerintah, nah tapi aku yang alamat KTPnya di kota Bogor ngerasa koq adem ayem aja ya di dekat rumah bu mertua, ga ada yg woro2 mintain data buat bikin KIA. 

Sempet curiga apa aku ketinggalan infonya ya. Soalnya tetangga2 aku di komplek (kompleknya masuk ke Kabupaten Bogor) udah dicollect datanya sama ibu2 PKK. Lah koq aku malah belum kan, takut ketinggalan kan.. (ahahaha dasar ibu2 panikan), akhirnya kepikiran buat ngurusin sendiri aja lah. Toh mumpung waktunya pas bisa.

Pengurusan KIA ini bisa dilakukan di Kantor Disdukcapil, tp kemarin salah satu teman kantor bilang kalau di MPP (Mall Pelayanan Publik) yang berlokasi di Plaza Kebun Raya bisa buat ngurusin KIA. Setelah liat websitenya di  https://mpp.kotabogor.go.id/ eh ternyata bener bisa diurus di sana. Sebagai ibu2 kekinian, cencu saja aku lebih memilih ngurusin semua-muanya di emmmmol kan.



Datang pukul 13.30 kami langsung masuk ke bagian MPP, di sana langsung disambut oleh bapak satpam buat ambil nomor registrasi. Nah nyebelinnya kami datang pukul 12.30 tp udah ga bisa apply buat 13.00-14.00  (mungkin karena udah full kuotanya ya), akhirnya kami apply buat pukul 14.00-15.00. Abis tab-tab mesin buat ambil no registrasi, mamak 2G pengen muter-muter dulu lah... ada apa aja inih di Plaza Kebun Raya? (Secara belum pernah masuk ke emmol yang baru dibuka lagi). Niatnya mau muter2 sampe atas, kenyataan ga sampe lama kakinya jadi makin sakit Ya Allah😭😭.

Oya, aku baru tau loh ternyata di Plaza Kebun Raya isinya tu bukan cuma Matahari, Siloam Hospital, MPP, dan bioskop aja,, tapi jg ada sekolahan gengs, iyaaaah sekolahaaaan. SDH (Sekolah Dian Harapan) dari yayasan Pelita Harapan. Enak anget ya sekolahnya satu gedung sama emmmoooool.😁😁

Pukul 14.00 kami langsung tuker nomor registrasi dengan nomor antrian per bagian di mesin khusus. Kebetulan stand Disdukcapil ini stand yang paling rame di antara yang lain. Dapet nomor antrian ke 90, sedang antrian yg sedang berjalan baru di angka 74 (waaaaw lama juga yaaah )
Awalnya sempat bingung karena liat peserta yg lain pada bawa anaknya, lah euke datang cuma ber2 sama akang suami, jadilah kami tanya2 dulu ke mba2 staffnya

πŸ‘© : "Mba, maaf ini kalau mau urus pembuatan KIA apa harus bawa anaknya juga"
πŸ’ : "Oh enggak ibu, bawa pas foto aja udah cukup koq. Anak ibu usia berapa?"
πŸ‘© : "Yang 1 usia 4 tahun, yang 1 lagi 1,5 tahun mba"
πŸ’ : "Oh kalau usia di bawah 5 tahun ga perlu pakai foto ya bu, jadi cukup dokumen fotokopi KK dan fotokopi akte kelahiran. Nah kalau di atas 5 tahun baru menyertakan pas foto 4x6"

Alhamdulillah ternyata g harus bawa anaknya, kan ga lucu ya udah antri panjang dan lama taunya harus bawa anak, jd mending aku tanya dululah walaupun pas balik badan udah banyak ibu2 melototin gara2 tambah ngelama2in kerjaan mbanya😁😁

Proses pembuatan KIA ini terbilang cepat ya, yang lama itu bagian antrinya. Setelah dipanggil, nyerahin 1 lembar fotokopi KK, 1 fotokopi Akte kelahiran G1, dan 1 lembar fotokopi akte kelahiran G2. Masnya input2 data, terus udah deh tinggal cetak kartu. Nunggu sebentar prosesnya dan udah jadi deh KIAnya 2G. Ecieee cieee Gaza Ghouta udah punya kartu identitas (tapi napa warnanya pink yaak, kan anak euke cowok ga bisa pake warna netral aja gitu kayak abu atau merah πŸ™ˆπŸ™ˆ *ahahaha protes aja kamu mak)



Nah KIA ini manfaatnya kurang lebih kayak KTP, jadi nantinya bisa buat daftar sekolah, bikin rekening di bank, dll. Kurang lebih begitu menurut pemaparan staff Disdukcapil.

Tapi sekarang masih tahap sosialisasi ya jd mungkin ada beberapa daerah yg blm ada woro2 buat bikin KIA, tapi boleh banget koq kalau mau urusin sendiri macam saye. Bisa urus di MPP Kota Bogor di Plaza Kebun Raya hari Senin s/d Jum'at pukul 10.00 - 16.00 WIB dan hari Sabtu pukul 10.00 - 14.00 WIB. Dan untuk hari minggu serta hari libur nasional tidak ada pelayanan ya. Oh ya di MPP ini ada banyak stand kantor pemerintahan, dari BPJS, Samsat (tp ga bisa utk perpanjang SIM ya, Disdukcapil, Disnaker, BPN, KPP, Kementrian Agama, PDAM, BJB, dan masih banyak lagi. Plus ada bale nikahnya jg loh.

Jumat, 13 September 2019

Osteoporosis?

Dari semalam saya udah nanya2 ttg orthopedi, karena tulang belakang & dengkul kaki sakit2 ngilu gitu.

Akhirnya hari ini saya & suami izin kerja buat ke dokter. Appa 2G sekalian mau perpanjang SIM, kirain cuma sebentar kan perpanjang SIM, jd saya nemenin lah sebelum ke RS.
Ternyata antrian di kantor polisi lumayan panjang, tadinya saya udah mau pergi sendiri aja ke RS. Tapi ga tau kenapa koq rasanya pengen duduk sebentar ya di teras masjid di dalam lingkungan polresta Bogor.

Ternyata di sana sedang ada penyuluhan kesehatan tentang diabetes melitus oleh klinik pratama polresta bogor kota. Peserta penyuluhan rata2 orang tua ya, usia sekitar 45tahun ke atas lah.
Pas sesi tanya jawab, ada peserta yg nanya tentang tulangnya yg sering ngilu, sakit (haaaah gue banget iniiih😁)


Mamak Gaza langsung lebarin daun kuping, buat nyimak jawaban si dokter. Dan apa kata dokternya?

Bu Dokter : "Ibu...itu osteoporosis namanya, harusnya perempuan itu sedari muda sudah rajin minum susu. Itu bagus buat tabungan kalsium di hari tua" (aaaah aku berasa disentil sama bu dokter,,, halo novel rutin minum susu tidak? Tidaaaaaak, kenapa jualan susu tapi tidak minum susu? Karena maleeeees πŸ™ˆ)
Bu Dokter : "Terus baiknya ibu terapi di fisioterapi, tapi kalau ga mau, pagi2 ibu bisa kompres dengkulnya pakai air anget"

Kalau olahraganya apa bu? .
Bu Dokter : "Berenang bu,, ibu sering2 jalan di dalam kolam renang" (entah ini aku ga paham kenapa disuruhnya jalan ya, bukan berenang beneran)
Bu Dokter : "Terus ibu jangan angkat yg berat2 ya bu" (Me : "ya ampun bu,, nahan rindu aja udah berat, mana sanggup angkat yg berat2 pulaο€­")

Berjemur gimana bu?
Bu Dokter : "Berjemur boleh bu, tapi ga boleh lama2 ya bu, maksimal 15 menit aja dari jam 7-8 pagi." (Nah ini saya kurang setuju,, karena menurut ahli naturopati, berjemur tu bagus buat kesehatan sekalipun udah lewat dari jam 9 pagi. Ibuk novel suka berjemur? Suka sih, tapi dulu ndak pernah berjemur, baru beberapa bulan terakhir aja suka berjemur, itu pun cuma di weekend.

Jadi kira-kira kalau memang saya didiagnosa osteoporosis, bisa jadi karena gaya hidup saya yang salah. Dimulai dari ga suka minum susu, ga bisa berenang, suka angkat berat (re : baby 2G kan pas bayi gemuk2 semua), dan jarang berjemur.

Osteoporosis bisa menjadi momok menakutkan ya, apalagi bagi perempuan muda (mudaaaa? Iya baru 28 tahun akutuuuuh) yang masih punya banyak aktifitas yang harus dilakukan. Jadi melaksanakan gaya hidup sehat itu penting banget ya.

Oke jadi begitu saran dari ibu dokter yang saya sendiri ga tau siapa namanya, next tetap mau konsul ke dokter orthopedi ya, biar puas dan saya jadi lebih tenang.

Mudah-mudahan kita sehat semua ya.
Aamiin